Aku siang ini

 Hari Dimana Aku Memilih Pahit

Hari ini sebenarnya sederhana.
Aku pergi ke sebuah kafe dengan niat yang sama seperti biasanya:
memesan minuman fruity yang segar, manis, dan aman untuk suasana hati.
Tapi entah kenapa, hari ini berbeda.
Aku melihat menu lebih lama dari biasanya.
Dan untuk pertama kalinya, aku memilih sesuatu yang tidak biasa untukku.
Ice Americano.
Iya, minuman yang sering orang bilang:
“Kalau kamu sudah minum ini tanpa gula, berarti kamu sudah dewasa.”
Aku sempat ragu.
Dalam hati mikir:
“Yakin nih? Aku kan anaknya manis-manis…”
Tapi akhirnya… aku tetap memesannya.
Saat minuman itu datang, tampilannya sederhana.
Hitam, dingin, tanpa hiasan.
Aku coba minum pelan-pelan.
Dan reaksiku?
“Ya ampun… ini pahit banget 😭”
Tapi anehnya, aku tidak berhenti.
Aku tetap minum.
Sedikit demi sedikit.
Di tengah rasa pahit itu, aku tiba-tiba kepikiran…
Mungkin ini yang orang maksud dengan “menjadi dewasa”.
Bukan tentang tiba-tiba suka pahit.
Tapi tentang belajar menerima rasa yang tidak selalu enak.
Belajar duduk dengan sesuatu yang tidak nyaman,
tanpa langsung menolaknya.
Dulu aku selalu memilih yang manis.
Yang mudah disukai.
Yang tidak menyakitkan.
Tapi hari ini, aku mencoba sesuatu yang berbeda.
Dan walaupun jujur…
aku masih belum sepenuhnya suka Ice Americano 😅
Ada perasaan kecil di dalam diriku yang berubah.
Hari ini aku tidak hanya membeli minuman.
Aku sedang mencoba versi baru dari diriku.
Versi yang mungkin:
sedikit lebih berani
sedikit lebih tenang
dan sedikit lebih siap menghadapi hal-hal yang tidak selalu manis
Mungkin besok aku akan kembali ke minuman fruity favoritku.
Dan itu tidak apa-apa.
Tapi hari ini,
aku ingin mengingat satu hal kecil:
Aku pernah memilih yang pahit… dan aku tidak lari.
☕✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pikiran Random Di Minggu Siang

Pikiran Random Di Sore Hari

Renungan Sore Hari