Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Aku siang ini

 Hari Dimana Aku Memilih Pahit Hari ini sebenarnya sederhana. Aku pergi ke sebuah kafe dengan niat yang sama seperti biasanya: memesan minuman fruity yang segar, manis, dan aman untuk suasana hati. Tapi entah kenapa, hari ini berbeda. Aku melihat menu lebih lama dari biasanya. Dan untuk pertama kalinya, aku memilih sesuatu yang tidak biasa untukku. Ice Americano. Iya, minuman yang sering orang bilang: “Kalau kamu sudah minum ini tanpa gula, berarti kamu sudah dewasa.” Aku sempat ragu. Dalam hati mikir: “Yakin nih? Aku kan anaknya manis-manis…” Tapi akhirnya… aku tetap memesannya. Saat minuman itu datang, tampilannya sederhana. Hitam, dingin, tanpa hiasan. Aku coba minum pelan-pelan. Dan reaksiku? “Ya ampun… ini pahit banget 😭” Tapi anehnya, aku tidak berhenti. Aku tetap minum. Sedikit demi sedikit. Di tengah rasa pahit itu, aku tiba-tiba kepikiran… Mungkin ini yang orang maksud dengan “menjadi dewasa”. Bukan tentang tiba-tiba suka pahit. Tapi tentang belajar menerima rasa yang tid...

Renungan Sore Hari

100 Ribu, Tanpa Tagihan, dan Sedikit Rasa Tenang Akhirnya aku sadar sesuatu hari ini. Iya, uangku tinggal 100 ribu.Tapi… semua tagihan bulan ini sudah lunas. Rasanya aneh ya—di satu sisi dompet tipis,tapi di sisi lain hati justru lebih ringan. Gak ada yang ngejar-ngejar.Gak ada notifikasi tagihan yang bikin deg-degan.Gak ada rasa panik harus bayar ini itu dalam waktu dekat. Dan mungkin ini yang namanya cukup,walaupun bentuknya sederhana. Memang, aku belum bisa menabung.Belum bisa bilang aku aman secara finansial.Tapi setidaknya, aku tidak sedang dikejar-kejar keadaan. Untuk makan dan minum pun,aku masih bisa bergantung sama orang tua.Dan jujur, di situ aku merasa bersyukur—karena gak semua orang punya tempat untuk pulang dan bertahan seperti ini. Mungkin ini bukan kondisi ideal,tapi ini juga bukan kondisi terburuk. Aku lagi ada di tengah-tengah—di fase belajar bertahan tanpa harus benar-benar jatuh. Dan dari sini aku belajar:ternyata hidup gak selalu harus “lebih” dulu untuk terasa cuk...

Pikiran Random Di Minggu Siang

Bangun Siang Overthinking   Hari Minggu siang. Iya… siang. Bukan pagi. Jangan di-judge dulu. Aku bangun dengan mata setengah nyawa, buka TikTok seperti biasa, niatnya cuma mau “refresh otak sebentar” (yang biasanya berujung satu jam lebih). Lalu aku menemukan satu kutipan: "Padahal endingnya kematian, tapi kenapa dunia sestres ini?" Dan entah kenapa… di antara semua video random, joget, dan jualan live, justru kalimat itu yang nempel di kepala. Aku langsung mikir: “Iya juga ya… buat apa aku stres banget? Toh endingnya sama-sama tamat.” Tapi anehnya, setelah mikir begitu… aku tetap stres. Lucu banget. Seolah-olah aku sudah tahu jawabannya, tapi tetap saja nggak bisa berhenti mikir. Terus aku keinget satu cerita dari Frieren: Beyond Journey's End. Tentang Frieren yang hidupnya panjang banget, sampai waktu manusia itu cuma kayak “sebentar doang”. Dulu dia santai. Kayak, yaudah hidup ya hidup aja. Sampai akhirnya Himmel pergi. Dan di situ dia baru sadar… “Oh… ternyata waktu y...

Pikiran Random Di Sore Hari

Tentang Pria Tampan & Alam (Gunung) Sore ini aku tengah bersantai dengan ponsel di tanganku. Aplikasi yang ku tuju adalah Tik-Tok,  awalnya hanya video-video random yang ku nikmati sesaat. Sampai aku terdiam lama menonton satu video tentang orang-orang yang suka mendaki gunung. Di dalamnya terlihat seorang laki-laki tampan yang sedang mendokumentasikan kegiatan mendakinya di hari itu.  Entah kenapa, pikiranku langsung menangkap satu hal yang... cukup random. "Kok yang suka mendaki itu banyak yang tampan ya?." Tanpa berfikir panjang, aku langsung bilang ke ibu: "Bu, sepertinya aku harus pintar mendaki untuk mendapatkan lelaki tampan." Ibu hanya tersenyum mendengar ucapanku. Dari wajahnya yang tersenyum itu seakan tertulis satu kata, "ada-ada saja". Aku sendiri juga sadar.. sebagai seseorang yang memang punya "ketertarikan" pada lelaki tampan, pikiranku kadang bisa melompat ke arah yang tidak terduga. Aku juga sangat mencintai alam dan ingin me...